Surabaya l bnewsnasional.org - Suasana berbeda terlihat di sejumlah titik jalan protokol Kota Surabaya. Ratusan pemuda yang tergabung dalam komunitas Arek Suroboyo Bergerak (ASB) menggelar aksi damai dengan membagikan 1.000 bunga mawar kepada pengguna jalan, Sabtu, (30/08/2025)
Aksi ini sebagai simbol pesan perdamaian bahwa demonstrasi tidak harus berakhir anarkis. Ketua Umum ASB, Kak Diana, menegaskan bahwa masyarakat Surabaya harus tetap kompak menjaga kondusivitas kota.
Baca Juga: Semangat Juang Surabaya | Kapolrestabes Kenang Peran Polisi dalam Pertempuran 1945
“Dalam negara demokrasi, kita menghargai hak berpendapat. Tapi kita anti pada perusuh. Tugas arek Suroboyo adalah menjaga kotanya tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Baca Juga: Rutan Kelas I Surabaya Gelar Penggeledahan Serentak, Jamin Keamanan dan Ketertiban
Dalam kesempatan itu, ASB juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar lebih dekat dengan rakyat dan responsif terhadap persoalan kecil di masyarakat. Diana menyinggung kasus tragis yang menimpa Rendra, seorang anak pengamen di Jagir yang meninggal tenggelam setelah diduga dikejar Satpol PP.
“Kami menunggu penjelasan dan pertanggungjawaban dari aparat, termasuk perhatian langsung dari Wali Kota Surabaya,” ujarnya.
Menurut ASB, pembangunan kota tidak hanya diukur dari fisik dan infrastruktur, melainkan juga kebersamaan, solidaritas, dan rasa kemanusiaan antarwarga. Dengan aksi ini, mereka ingin menegaskan bahwa Surabaya harus menjadi kota yang kondusif, humanis, dan berpihak pada rakyat kecil.(Team/Red)
Editor : Redaksi