Sidoarjo l BnewsNasional.org - Dalam rangka Studi Banding, BHP Surabaya kedatangan Mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun, hari ini (20/9), di Aula Balai Harta Peninggalan Surabaya.
Mengawali sambutan, Dr. Sigit Sapto Nugroho, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.
Baca juga: Semangat Juang Surabaya | Kapolrestabes Kenang Peran Polisi dalam Pertempuran 1945
Pelaksanaan kegiatan Studi Banding ini adalah untuk mengetahui lebih dalam terkait tugas dan fungsi Balai Harta Peninggalan serta kedudukan dan kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam pengelolaan harta peninggalan, ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Hendra Andy Satya Gurning selaku Kepala BHP Surabaya menyambut baik sekaligus memberikan gambaran umum terkait kewenangan Balai Harta Peninggalan.
Saat ini, ada 5 (lima) BHP di Indonesia, yaitu Surabaya, Semarang, Jakarta, Medan, dan Makassar. Masing-masing BHP bertugas untuk mewakili dan melaksanakan pengurusan kepentingan orang yang tidak dapat menjalankan sendiri kepentingannya, ujarnya.
Baca juga: Diduga Masih Berkeliaran, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan Kasus KDRT di Tangerang
Sementara terkait tugas pokok dan fungsi Balai Harta Peninggalan, Hendra menyebutkan bahwa ada 8 (delapan) tupoksi. Surat Keterangan Hak Waris, Pendaftaran Wasiat, Perwalian dan Pengampuan, Afwezigheid, Onbeheerde, Kurator Kepailitan, dan Penatausahaan Uang Pihak Ketiga, lanjutnya.
Hendra berharap, dengan adanya kegiatan ini, jajaran Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun dapat mengenal lebih dalam mengenai tugas dan fungsi Balai Harta Peninggalan.
Baca juga: Rutan Kelas I Surabaya Gelar Penggeledahan Serentak, Jamin Keamanan dan Ketertiban
Dengan adanya kegiatan Studi Banding ini, kami harapkan teman-teman Mahasiswa Fakultas Hukum Unmer Madiun ini dapat memahami dan bisa lebih dalam lagi mengenal tugas dan fungsi Balai Harta Peninggalan baik secara akademis maupun yuridis, pungkasnya.
Red
Editor : Redaksi